Arya Saloka, aktor ternama Indonesia, menolak tawaran berlakon dalam filem *Munafik* yang akan diadaptasi versi lokal. Ia mengaku menyangka naskah tersebut membahas cerita pertengkaran rumah tangga. Penolakan ini terjadi sebelum proses casting resmi dimulai.

Pihak produser film menyatakan bahwa naskhah *Munafik* sebenarnya menggambarkan kisah kehidupan seorang tokoh yang berusaha menjaga keseimbangan antara kebenaran dan kesombongan. Arya Saloka menolak peran tersebut karena ia merasa tidak sesuai dengan konsep cerita yang ia pahami.

Sebelumnya, film *Munafik* versi Malaysia telah sukses di box office. Adaptasi Indonesia diharapkan bisa menarik penonton dengan alur cerita yang menarik dan pesan moral yang dalam. Namun, penolakan Arya Saloka memicu perdebatan di kalangan industri hiburan.

Film *Munafik* merupakan salah satu karya terkenal dari sutradara Malaysia yang menggambarkan kompleksitas manusia dalam menghadapi tekanan sosial. Adaptasi ini menjadi tantangan bagi para pemain dan produser karena harus mempertahankan esensi cerita sambil menyesuaikan dengan konteks lokal.