Aznil Nawawi menyatakan bersedia menjadi guru untuk membantu pendatang baru yang menghadapi tekanan akibat kritik. Ia menegaskan bahwa ia bukan jenis veteran yang memprioritaskan pengalaman, melainkan ingin memberikan ruang bagi orang-orang baru.
Pernyataan Aznil dibuat dalam wawancara terkait kebijakan pendidikan yang semakin dinamis. Ia menyoroti pentingnya inklusivitas dalam lingkungan pendidikan, terutama bagi pendatang baru yang mungkin merasa tertekan.
Sebelumnya, Aznil telah menunjukkan minat dalam bidang pendidikan sejak lama. Ia pernah mengikuti pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Kini, ia ingin memanfaatkan pengalamannya untuk membuka peluang bagi pendatang baru.
Kebijakan pendidikan di negara ini kini sedang dalam perdebatan. Beberapa pihak menekankan perlunya kebijakan yang lebih inklusif, sementara yang lain khawatir akan dampaknya terhadap kualitas pendidikan.
Aznil berharap perannya sebagai guru dapat menjadi jembatan antara pendatang baru dan masyarakat. Ia ingin membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi ruang yang lebih terbuka dan ramah.




























