Pada hari Minggu, 28 September 2026, Hazwani, putra Tun Dr Hasmah, mengenang momen terakhir ayahnya yang bermain alat musik. Dalam sebuah wawancara, Hazwani menceritakan bagaimana ayahnya, yang juga mantan Perdana Menteri Malaysia, menunjukkan kehangatan saat bermain biola.
Kisah itu terungkap dalam sebuah artikel yang memperlihatkan sisi manusiawi dari tokoh politik yang selama ini dikenal dengan kekuatan dan kebijaksanaannya. Hazwani menyebut bahwa saat ayahnya bermain biola, air mata mengalir.
Tun Dr Hasmah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya, meninggalkan kesan mendalam pada keluarga dan penggemarnya. Hazwani mengungkapkan rasa kehilangan yang dalam, namun juga kebanggaan terhadap peran ayahnya dalam sejarah Malaysia.
Kisah ini menunjukkan bahwa di balik kehidupan publik yang penuh, tokoh besar juga memiliki sisi pribadi yang manusiawi.











