Anak-anak Watie Hanifiah, Thalita dan Matin, memberikan jawaban penuh makna mengenai kontroversi yang melibatkan ibu mereka. Kedua anak ini mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang penuh kejujuran dan kehangatan, meskipun situasi yang dihadapi keluarga mereka cukup rumit.
Thalita, yang berusia 12 tahun, mengatakan bahwa ia merasa sedih namun juga berusaha untuk tersenyum. Ia menjelaskan bahwa ia memahami keputusan ibunya, meskipun ia merasa kehilangan sesuatu yang penting. Matin, yang lebih kecil usia, menunjukkan perasaan yang lebih sederhana, ia hanya ingin keluarganya tetap bersama.
Kontroversi ini bermula dari isu yang melibatkan Watie Hanifiah, seorang ibu yang dikenal aktif dalam isu sosial. Beberapa pihak menuduhnya melakukan kesalahan dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan anak-anaknya. Namun, Watie Hanifiah menegaskan bahwa keputusan yang diambil adalah untuk kebaikan jangka panjang.
Sebelumnya, Watie Hanifiah sempat menghadapi tekanan dari berbagai pihak, termasuk media dan masyarakat. Namun, ia tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan anak-anaknya. Kedua anak ini, meskipun masih muda, menunjukkan kekuatan emosional yang luar biasa dalam menghadapi situasi yang kompleks.
Kontroversi ini menunjukkan bagaimana keputusan pribadi bisa memengaruhi kehidupan keluarga, terutama dalam konteks sosial yang dinamis. Kedua anak Watie Hanifiah menjadi saksi bisu dari perjalanan keluarga yang penuh tantangan, namun juga penuh harapan.



























