Idan Aedan menerima ancaman bunuh melalui pesan teks pada hari Selasa, 13 Oktober 2026. Pesan tersebut mengandung ancaman terhadap kehidupan dan mengancam akan tindakan kekerasan.

Idan Aedan tidak mengenali pengirim pesan dan tidak memahami bahasa yang digunakan dalam ancaman. Pesan tersebut tidak menyebutkan identitas atau alamat pengirim.

Penerimaan ancaman ini terjadi dalam konteks meningkatnya kecemasan terhadap keamanan di wilayah tersebut. Sebelumnya, terjadi beberapa insiden serupa yang melibatkan ancaman tidak teridentifikasi.

Idan Aedan memutuskan untuk tidak merespons pesan tersebut dan mengambil langkah-langkah keamanan tambahan. Pihak berwenang sedang mengejar investigasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi sumber ancaman.